Assalaamu'alaikum wa Rahmatullahi wa Barakaatuh...
Oke selamat pagi, siang, sore, ataupun malam bagi kalian yang sedang baca postingan ini😁. So, kali ini gua mau membahas pengalaman gua memakai bbm oktan / RON 92 dari kepunyaan Pertamina maupun Shell. Eittss, tapi inget, gua akan memberikan informasi sejujur-jujurnya berdasarkan apa yang gua alamin tanpa ada intervensi dari pihak manapun. (lagipula siapa yang mau nyogok gua?😂)
.
Di judul, gua cantumin kata "RON", nah apa sih RON itu? Kepanjangan dari RON itu adalah Research Octane Number. Simpelnya, itu kemampuan suatu bahan bakar terhadap panas/ledakan. Nah, semakin tinggi angka RON tersebut, semakin tahan pula suatu jenis bbm terhadap panas/ledakan/pembakaran. Kisaran angka RON untuk bensin berada di kisaran angka 85 sampai 100. Kebetulan spesifikasi untuk motor gua (cb150r tahun 2014) minimal harus 'menenggak' bensin dengan RON 92 karena kompresi mesin yang bisa dibilang tinggi (11,3 : 1). Dipasaran enggak cuma pertamina sama shell aja sih yang nyediain bensin dengan RON 92, tapi ada juga dari merk Total dengan namanya Performance 92 dan ada pendatang baru logonya warna ijo pom bensinnya tapi gua lupa namanya apa😅.
.
Oke, di paragraf ini gua akan langsung bahas secara (semoga) singkat antara Pertamax vs Super. Pertama, untuk sisi harga. Kebetulan saat gua tulis blog ini, harga bbm udah pada turun, dan gua belinya sebelum harga bbm turun. Harga pertamax sebelum turun, stabil di Rp.9850/liter sedangkan super awalnya Rp.9950/liter lalu naik jadi Rp.10200/liter. Saat kedua bensin hanya selisih 100 perak gua bilang lebih unggul Shell Super sedangkan saat harga udah terpaut 350 perak lebih unggul Pertamina Pertamax. Kenapa? Simak penjelasan selanjutnya😁😁.. Kedua, soal pengaruhnya di mesin. Di cuaca dingin atau motor masih gak terlalu panas kedua bensin ini bisa dibilang sama rasanya, tapi saat motor udah mulai panas (±dipake 20 menit non-stop) apalagi saat cuaca panas, mulailah Pertamax kerasa 'anehnya' di motor gua, mesin gua jadi agak berat dan kasar (akibat pemuaian piston di ruang bakar) dan otomatis gua harus 'pijit' gas lebih dalem lagi untuk mendapatkan power yang gua mau dari motor gua. Beda dengan Super, doi lebih tahan terhadap panas (menurut yang gua rasa), tapi ujung-ujungnya juga bakal kayak Pertamax kok cuma butuh waktu yang lebih lama aja. Oh iya, kedua bensin tersebut untuk di mesin mempunyai efek deterjensi, bisa membersihkan kerak-kerak karbon di intake manifold maupun di ruang bakar, diharapkan kendaraan jadi minim deposit karbon😁.. Ketiga, soal efisiensi. Lebih irit mana dibanding Pertamax dan Super? Gua pribadi lebih condong ke Super untuk soal efisiensi, gua gak ngukur secara mendetail tapi hanya ngukur dengan berapa banyak gua harus isi bensin dalem seminggu. Makanya gua bilang di alasan pertama kenapa Super lebih unggul dibanding Pertamax saat harganya cuma selisih 100 perak😁 Seminggu bolak-balik ngampus dengan jarak ±30 km di Super saat harganya masih Rp.9950/liter gua cukup isi 35 ribu untuk seminggu, sedangkan Pertamax isi 35 ribu pasti rasanya abisnya cepet. Oh iya, gaya berkendara gua itu eco riding saat itu. Nah, disaat harga Super akhirnya naik sampai Rp.10200/liter akhirnya gua hijrah lagi ke Pertamax, karena jatuhnya jadi value for money karena sebenernya keiritan Super vs Pertamax itu gak jauh-jauh banget perbedaannya.
.
Okelah itulah kira-kira yang gua rasakan. Kesimpulannya? Disaat blog ini ditulis harga Pertamax yaitu Rp.9200/liter dan Super Rp.9300/liter jelas gua lebih memilih Super untuk motor gua, tapi bukan berarti gua bakal menghindar dari Pertamax loh ya😏 Oh iya guys, jangan lupa pilih bahan bakar sesuai spesifikasi motor kalian, perhatiin rasio kompresi mesin motor kalian (bisa googling aja), jangan sampai harusnya bisa pake Premium (RON 88) kalian isi pake Pertamax Turbo (RON 98), begitupun sebaliknya. See you on the next blog!!!! Thank you!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar